
Kronologi Kehilangan
Bone — Seorang warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengalami kerugian setelah uang tunai Rp 9 juta raib saat menjaga orangtuanya yang sedang dirawat di RSUD Tenriawaru, Senin (25/8/2025) malam.
Korban, berinisial AM (45), mengaku membawa uang tersebut untuk membayar kebutuhan rumah sakit sekaligus keperluan keluarganya. Uang itu disimpan dalam tas kecil yang diletakkan di samping tempat tidur pasien.
Awal Mula Kejadian
Menurut keterangan AM, dirinya sempat meninggalkan ruangan untuk membeli makanan di kantin rumah sakit. Saat kembali, tas yang berisi uang sudah tidak ada di tempat.
“Saya hanya keluar sekitar 15 menit. Begitu balik, tas kecil sudah hilang. Padahal saya taruh di kursi dekat ranjang bapak,” ujar AM kepada wartawan.
Reaksi Pihak Rumah Sakit
Manajemen RSUD Tenriawaru menanggapi laporan tersebut dengan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pasien dan keluarganya. Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa keamanan di lingkungan fasilitas kesehatan akan ditingkatkan.
“Kami segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian. CCTV di sekitar ruangan juga sudah kami cek,” kata Humas RSUD Tenriawaru.
Tindakan Kepolisian
Polres Bone langsung menindaklanjuti laporan dengan memeriksa lokasi dan meminta keterangan dari saksi. Beberapa petugas keamanan rumah sakit juga sudah dimintai klarifikasi.
Kasat Reskrim Polres Bone menyatakan pihaknya masih menunggu rekaman CCTV sebagai bahan analisis untuk mengidentifikasi pelaku.
Dampak pada Korban
AM mengaku sangat terpukul dengan kehilangan tersebut. Uang Rp 9 juta itu merupakan hasil tabungan keluarga untuk biaya pengobatan orangtuanya yang sedang sakit keras.
Keluarga berharap aparat segera mengusut kasus ini agar pelaku bisa ditangkap dan uang dapat kembali.
Tanggapan Masyarakat
Kasus kehilangan ini menuai reaksi beragam dari warga. Banyak yang menilai keamanan di rumah sakit perlu ditingkatkan karena pasien dan keluarga sering membawa barang berharga saat menjalani perawatan.
Beberapa pengunjung rumah sakit mengaku khawatir dan berharap pihak manajemen lebih serius memperketat pengawasan.
Baca Juga :
Pemprov Sulsel Berikan Tabungan Pendidikan untuk 2 Paskibraka Nasional hingga Lulus SMA
Langkah Pencegahan
Pakar keamanan publik menyarankan agar fasilitas kesehatan menambah jumlah CCTV dan personel keamanan. Selain itu, keluarga pasien juga diminta lebih berhati-hati menyimpan barang berharga.
“Rumah sakit sebaiknya menyediakan loker khusus atau fasilitas penitipan agar peristiwa serupa tidak terulang,” ujar seorang pengamat keamanan di Makassar.



